judgment[?]

Beberapa waktu yang lalu gw akhirnya ke Jakarta juga, setelah sekian lama mengurung diri di Bandung..hehehehe banyak hal yang terjadi selama 2 hari gw di Jakarta dan gw banyak belajar dari hal yang terjadi selama 2 hari itu.

Manusia hari ini entah mengapa sangat mudah sekali menilai orang..seperti yang pernah gw tulis beberapa waktu yang lalu..sangat sedih kalo ternyata masih ada orang2 disekeliling kita yang menilai seseorang dari harta yang dimilikinya, dari status sosialnya, dari dia punya rumah dimana, dari kerjanya dia apa..memang kita punya apa?

Penilaian2 seperti itu secara tidak langsung membawa kita pada sebuah kesombongan dimana kesombongan itu sendiri adalah baju kebesaran TUHAN..karna Dia lah pemilik segalanya..kita tuh apa sihhhhhh??

Di agama gw, contoh jelas al Quran berjalan adalah Rasulullah..dan dia tidak pernah mengajarkan kita bersikap sombong dan menilai seseorang seenaknya sendiri..tidak seperti itu! lalu mengapa masih ada yang sombong??

Kembali pada harta dan kekuasaan yang menyilaukan mata..Dunia ini sungguh gemerlap membuat semua orang ingin meraihnya sehingga melupakan batas2 yang jelas dari DIA..gila kerja hanya untuk kebanggaan dan pembuktian bisa membeli rumah di pondok indah dan BMW seri terbaru..gila kerja untuk liburan ke Barcelona,Africa hanya untuk ujung2nya ditaro di fesbuk biar semua orang tau kalo ini lho gw sekarang! Trus kalo udah gitu apa? Kebahagiaan batin apa sudah terpenuhi?? Apa dengan sombong dan menilai seseorang kita jadi bahagia? Kalo iyaaaa…maka perbanyaklah dzikir..

Kemaren malem,ada seorang sahabat yang cerita dia abis brantem ama atasannya gara2 dia diremehkan…dan alhasil dia melabrak atasannya itu yang selama ini terkenal killer dan ga ada yang brani melawannya..atasannya itu punya sgalanya..tapi karena ga bersyukur dia selalu mencari cari kelemahan orang lain dan dengan santainya meremehkan mereka..termasuk temen gw ini yang jadi korbannya.

Gw pernah berada di posisi yang sama..segala yang gw lakukan dianggap nothing dan selalu diremehkan bahkan sampai saat gw menulis tulisan ini hal itu masih terjadi..awalnya kemarahan itu muncul tapi hanya lelah dan nafsu yang semakin menjadi..pada tahap tertentu kita akan menyadari bahwa semua ini akan kembali padaNya dan waktu kita di dunia ini ga banyak..jadi apapun penilaian orang terhadap kita jangan semuanya dimasukin ke hati..berbuatlah sebaik2nya hanya karena Allah bukan pembuktian pada siapa2. Toh..nantinya kita akan sendiri menghadap padaNya.

Gw jadi bingung mau nulis apalagi..semua tergantung bagaimana kebersihan hati kita melihat sebuah masalah dan penilaian yang hadir di depan mata.

Perbanyak dzikir dan lupakan dunia kawan..perdekat diri kepadaNya maka dunia akan tampak sudah reot dan tidak menarik..karena Dialah sang mahaINDAH..

Ahay..bentar lagi puasa :D ga kerasa lebaran sudah di depan mata..bulan penuh ampunan..

Leave a Comment