keber[agama]n

June 19, 2009

jones-soda

(http://www.dhadm.com/)

Manusia adalah makhluk yang mulia..dengan segala keAgunganNya,kita tercipta.Dengan dibekali akal,manusia adalah khalifah di bumi ini.Tetapi..manusia tetaplah manusia..dengan banyak kekurangannya.Dengan tanganNya kita tercipta dalam bentuk yang berbeda,,dari warna kulit saja sudah jelas..tapi tujuan ini semua hanya bermuara pada satu,yaitu DIA.

Dengan akal..kita manusia bisa melihat sebuah masalah dari arah mana saja..360°..dengan otak dengan hati dengan panca indera. Ga semua orang bisa melihat masalah dari banyak sisi seperti itu,semua merupakan proses..semua adalah pembelajaran. Tercipta dalam hal yang berbeda membuat kita berbeda sudut pandang dengan orang lain..tapi itulah hidup..itulah manusia..tercipta dari keber[agama]n.

Ah..jawa mah dendaman

Sunda..matre banget!

Ah..pelit tuh orang padang..etc..etc

Sering denger seperti itu??keberagaman kadang membuat kita malah menjadi rasis,tanpa melihat dari sisi lain bahwa itu adalah kehendakNya. Kita melihat itu sebagai sebuah masalah jika kita tidak melibatkan Tuhan didalamnya,padahal kita tau benar bahwa DIA tidak mungkin diletakkan di luar sebuah masalah! Dia selalu ADA.Count HIM in!

Itulah yang terjadi pada dunia hari ini..dimana semua orang memulai pagi hari dengan keegoisannya,ada apa dengan manusia hari ini? Kenapa segala hal diitung untung ruginya..tanpa mempedulikan bahwa ada orang yang perlu ditolong.Apa system kapitalis ini memaksa kita menggeser posisi TUHAN menjadi UANG karena keadaan ekonomi yang memburuk? Naudzubillah..

Melihat masalah dari hati yang penuh dengan cinta kepadaNya akan mengantarkan kita pada sebuah jawaban..jawaban yang menyatakan bahwa ini bukanlah masalah besar. Bahwa masih banyak diluar sana orang yang memerlukan bantuan tidak peduli dia Sunda,Jawa,Padang,Papua atau Madura! Mungkin di Negara kita keberagaman adalah suatu hal yang biasa dan masyarakat kita sudah terpatri dalam hatinya bahwa BERBEDA BEDA TETAP SATU JUA! Tapi kalo dilihat lagi dalam keadaan sehari hari tagline itu jadi bias..apalagi sekarang capresnya ada yang orang luar jawa,ga bisa dipungkiri bahwa ke-rasis-an itu muncul dalam masyarakat kita yang berujung pada sebuah judgement.

Kalo bicara tentang judgement..setelah dipikir pikir emang kita siapa sih kok bisa menilai orang? Kok berani menilai orang?Apa kita sudah sesempurna itu sampai terucap sebuah penilaian terhadap orang yang mungkin baru kemaren sore ketemu kita. Jatuhnya kita jadi sombong merasa diri kita paling baik atau bahkan jadi ga yakin,merasa diri kita paling buruk,padahal TUHAN menciptakan kita dengan sempurna. Bahwa ada maksud dibalik itu semua,tapi ga perlu melogikakan alasan TUHAN itu apa..cukup dengan berserah dan sabar. Berserah dalam menghadapi hidup ini dan sabar dalam menghadapi keber[agama]n ini.

Rasa itu yang hilang..rasa untuk mengerti bahwa kita memang tercipta dalam keberagaman bahwa kita memang tercipa dalam sebuah siklus kehidupan yang beragam,kadang diatas kadang dibawah. Dalam agama saya..tidak berlaku karma,tetapi apa yang kamu perbuat insyaAllah ada balasannya dan balasan itu tidak selalu didapatkan di dunia ini. Lalu apa bedanya dengan karma? Ada..jika kita berbuat suatu hal yang jelas itu dosa..maka saat itu juga pintu ampunanNYA terbuka lebar..asal kita yakin bahwa DIA ADA dan itu salah. Jadi ingat sebuah rampai hikmah dari IBN ATHAILLAH

Kemaksiatan yang menimbulkan rasa hina dan rasa membutuhkan (penyesalan) lebih baik daripada ketaatan yang menimbulkan rasa bangga dan kesombongan.

Hmm..kembali ke kebaragaman..hal inilah yang kadang membuat kita sebagai manusia kehilangan sudut pandang yang mestinya luas menjadi sempit.

Semua adalah proses kehidupan..lihatlah sebuah masalah dengan cinta kepadaNya maka semua akan menjadi mudah.

Keber[agama]n bukanlah alasan untuk mencari cari kesalahan

Keber[agama]n bukanlah alasan untuk menyatakan AKU yang paling benar

Keber[agama]n adalah DIA

*inspired by CRASH (a film by Paul Haggis) thanx to edo!!*

4 Responses to “keber[agama]n”

  1. silenceraloner Says:

    “Kemaksiatan yang menimbulkan rasa hina dan rasa membutuhkan (penyesalan) lebih baik daripada ketaatan yang menimbulkan rasa bangga dan kesombongan”.

    gw suka pernyataan ini..tapi gw lebih suka keseluruhan tulisan lo Dee….

    soal pernyataan di atas,kalo menurut gw, itu bukan berarti kita dapat berbuat dosa seenak perut kita, trus tiba2 berpikir untuk tobat..,pernyataan diatas hanya relativitas “lebih baik”

    Even tujuan akhir adalah yg utama..akan tetapi tetap proses jg mesti diliat.
    “akan jauh lebih baik” apabila tujuan mulia diikuti oleh proses yang mulia jg..ya gak Dee??

    bukan berarti sesuatu yg hina gak berhak mendapatkan sesuatu yg mulia jg < ini mah lain lagi konten maknanya..

    Overall..this is very nice writing..
    You're Wellcome..


  2. wew..kok gw baru baca komen lu yang ini ya..hi buddyyy!!hows life??

    rampai hikmah diatas memang tidak membenarkan juga jika kita berbuat dosa,ada kata lebih baik disitu..gw setuju ama lu ttg tujuan mulia diikuti oleh proses mulia juga tapiiii…kita juga manusia..penuh khilaf dan dosa..dan Allah menyukai hambanya yang menangis tersedu memohon ampunan padaNya bukan??

    gw blom bilang makasih..hehehehe..merci doo..

  3. Ed Says:

    Yup dee!!
    gw setuju ama lu..,tangis dan apapun yg krn dan untuknya,mestinya adalah sesuatu yg mulia..

    life??
    must go on lah..heuheu..
    [tes via HP]


  4. je prefere “doo” que “Ed” hehehehehehe

    life must go on itu HARUS!heuheuheu


Leave a Reply