Pagi mendung..kaget baca berita ini…enjoy it!

tempointeraktif.com
Sarkozy: Pakaian Perempuan Muslim Tidak Diterima di Prancis
Selasa, 23 Juni 2009 | 14:50 WIB
TEMPO Interaktif , Paris: Nicolas Sarkozy membuat pernyataan keras hari ini. Presiden Prancis ini mengatakan kalau pakaian muslimah atau perempuan Muslim yang serba tertutup menandakan perempuan Islam dihinakan dan “tidak diterima” di tanah Prancis.
Lebih dari 50 anggota parlemen, kebanyakan dari Partai UMP, pekan lalu melakukan debat di tingkat parlemen yang mengetengahkan mengenai perempuan Muslim yang menggunakan pakaian tertutup dan hanya menyisakan kedua matanya yang terlihat menjadi ancaman kepada republik sekuler dan kesetaraan jender.
Juru bicara pemerintah telah menyatakan bahwa dapat diusulkan hukum untuk melarang penggunaan pakaian yang tertutup secara penuh dikenakan di tempat umum di Prancis.
Sarkozy, hari ini, memanfaatkan kesempatan pertamanya berbicara di parlemen untuk membela prinsip sekularisme di Republik Prancis dan menyerang Islam melalui pakaian yang menutup seluruh badan.
“Masalah burka –penutup wajah– bukan masalah agama, ini adalah masalah kebebasan dan martabat perempuan. Ini bukan sebuah simbol agama, tetapi tanda sikap dan kehinaan. Saya ingin mengatakan sungguh-sungguh, burka tidak diterima di Prancis. Dalam negeri kami, kami tidak dapat menerima tahanan perempuan di belakang tembok, dihilangkan dari semua kehidupan sosial, seluruh identitasnya dikaburkan. Itu bukan ide kebebasan kami. “
Sambutan hangat diberikan dari anggota parlemen dan senat. Sarkozy didukung oleh komisi parlemen mengenai isu pakaian Islam yang menutup semua tubuh itu. “Tapi saya bilang kepada kalian, kita tidak boleh malu dengan nilai-nilai kita. Kita tidak boleh takut untuk mempertahankan mereka,” katanya.
Sebelum memberikan sambutan yang kontroversial ini, Sarkozy memperingatkan terhadap stigma agama di negara Prancis yang sekuler. “Kita tidak harus berjuang di perang yang salah. Di republik ini, Agama Islam juga harus dihormati seperti agama-agama lain.”
Pada tahun 2004, Prancis menetapkan jilbab perempuan Muslim dan semua simbol keagamaan dilarang di sekolah-sekolah. Tidak ada angka pasti untuk perempuan Muslim yang menutupi wajah mereka, namun diyakini menjadi minoritas yang sangat kecil.
Kedatangan Sarkozy di parlemen merupakan gebrakan baru, sejarah sebagai pemimpin Prancis pertama yang lebih dari 100 tahun belum pernah terjadi. Selama lebih dari satu abad parlemen telah berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan yang tidak mengizinkan pemimpin kuat dari Prancis datang ke parlemen langsung.
Konstitusi Prancis, akhir tahun lalu, telah mengubahnya dengan mengijinkan presiden dengan hak istimewa baru. Namun hak ini mendapat kritikan karena berpengaruh kepada melemahnya peran perdana menteri dan aturan ini memberikan kekuasan presiden seperti raja.
SEE!!!What the H***!! jadi bertanya-tanya “kebebasan” seperti apa yang diinginkan oleh anda monsieur??? anda ingin membuat negara anda menjadi FULL ATHEIS atau bagaimana?? Hak asasi JELAS terenggut!
Pernah ga ya..dia menanyakan pada wanita muslim tersebut apa mereka merasa terkekang dengan burqa mereka..ga usah ngomong soal kebebasan kalo lu ga ngerti soal agama gw!!!
Awalnya melarang jilbab dan tanda keagamaan di sekolah2 negeri lalu sekarang melarang burqa..WHAT NEXT???!!! gw heran yaaaaa..ada apa dengan islam sampe orang gila ini membuat keputusan seperti itu..banyak juga masjid di perancis!
Heuhhhh..mending gw tidak menginjakkan kaki di Paris kalo gw harus melepas jilbab gw!!!cuma perempuan penuh nafsu yang ngebelain mengurai rambutnya cuma buat liat eiffel!! poor you!
monsieur..mending lu urusin pesawat lu yang jatuh deh!



