~ dee di masa kecil ~
Ibuku adalah seorang wanita yang cantik,selalu membuatkan pudding cokelat dan macaroni schotel kapanpun aku minta. Ibuku orang yang aku paling benci ketika tiba waktu minum jamu tiap satu bulan sekali hahahhaha..jamu penambah nafsu makan katanya.
Ibuku adalah wanita paling repot saat aku akan lomba presentasi demam berdarah sekaligus wanita yang matanya tidak berkedip saat aku berdiri di depan panggung. Dengan menatap matanya saat itu dan dia berkata dengan bahasa tanpa suara “tenang yaaa..jangan buru2” maka aku langsung yakin. Hari itu aku mendapat juara satu.
Saat itu aku hanya ingin menjadi seperti ibu,,,yang cantik pake baju kantor,yang bisa bikin segala macem makanan yang aku minta dan selalu membelikanku Barbie!
~ dee di masa smp~
Ibuku adalah wanita yang selalu marah2 ketika pulang kerja.Selama beberapa bulan setelah aku memasuki masa SMP ibu selalu sibuk dan tidak pernah mendengarkan ceritaku tentang bagaimana bagusnya sekolahku. Bapak yang menemaniku melihat pengumuman penerimaan di smp favorit itu,bapak yang selalu mengambil rapot.
Tapi itu tidak lama…karena ibuku adalah wanita yang hebat. Dia akhirnya memutuskan untuk keluar dari tempat dia bekerja selama 20 tahun hanya demi melihat anak2nya tumbuh dan melindungi anak2nya dari pergaulan dunia luar yang mengerikan.
Ya…ibuku adalah temanku. Wanita yang selalu ikut tertawa bersamaku ketika aku menceritakan tentang si A kakak kelasku yang lucu atau tentang si B yang selalu ngotot pengen tau nomer tlp ku.
Ibuku adalah wanita yang paling repot menyiapkan makanan buat teman2ku ketika mereka datang kerumah. Teman2 yang menganggap ibuku adalah ibu mereka juga.
~ dee di masa sma~
Ibuku adalah orang pertama yang kecewa melihat nilai kelulusanku sekaligus satu2nya orang yang paling repot kesana kemari mencari sekolahan untukku. Dan sangat lega ketika melihatnya bahagia membuka rapotku selama 1 tahun sekolah di sekolah yang ga favorit. Ya cukup 1 tahun karena dia kembali repot memindahkanku ke sekolah yang favorit dan dekat dengan rumah.
Ibuku adalah orang pertama yang mendukungku ketika aku meminta ijin untuk menindik telingaku lagi lagi dan lagi.
Ibuku adalah wanita yang ikut mendandaniku ketika aku mau pergi ke pesta ulang tahun seorang teman,ikut memilihkan baju ketika aku pertama kali dugem..hahahhaha.
Ibuku adalah fashion police ku dan begitu juga sebaliknya.
Ibuku kembali bekerja tapi itu sama sekali tidak membuat dia lelah mendengarkan cerita2 ku…
Ibuku juga suka marah2 karena aku sering pulang malam dan tidak bisa diberitahu.
Ibuku adalah wanita yang paling keras menyanyi ketika aku,kakaku dan bapak bermain musik di ruang tengah.
Ibuku adalah wanita yang kuat, menurutku.
~ dee di masa kuliah ~
Mata ibuku berkaca-kaca ketika sehari sebelum pengumuman spmb aku bilang bahwa aku tidak lolos dan dengan tegar dia bilang “gpp,besok kita cari universitas swasta yang bagus ya”. Malam itu kami terbangun dan dalam isak tangis di ruang yang berbeda kami memanjatkan doa yang sama..aku untuk kebahagiaan ibuku dan ibu untuk kebahagiaanku.
Paginya namaku ada dikoran dan kami berdua lompat2an di tempat tidur yang sudah hampir ambruk karena harus menopang 2 perempuan aneh yang tidak sadar bahwa mereka berat hahahahah.
Ibuku kembali menjadi orang yang paling repot karena 2 minggu dia menemaniku di bandung,wanita yang paling khawatir ketika aku pulang sangat malam karena salah naek angkot.
Sebelum kembali pulang dia hanya membekaliku alquran dan bilang “hati2 ya de,jangan lupa shalat dan baca alquran,semoga Allah melindungi adek ya.” 18 tahun hidup bersama dan kini harus berpisah. Ibuku kehilangan teman curhatnya begitu pula aku. Tiap saat kami telpon2an sekedar untuk curhat dan menanyakan lagi ngapain.
Ibuku adalah wanita yang hampir tiap malam meneleponku hanya untuk memastikan aku baik2 saja dan tidak perlu khawatir karena aku pasti bisa melupakan lelaki itu,lelaki yang sudah aku pacari hampir 5 tahun dan sudah ibu anggap anaknya sendiri.
Ibuku adalah orang yang paling khawatir karena aku masuk rumah sakit kena demam berdarah dan selama seminggu dia berada di RS menemaniku dan tidak satu malampun dia absen tahajud untuk mendoakanku.
Ada satu pengalaman yang membuat aku ga pernah lupa ketika ibu mau berangkat haji setahun yang lalu,aku dan kakaku sibuk ketawa ketiwi dan mendokumentasika acara keberangkatan ibu dan kemudian ibu nyeletuk “hii..adek sama mas kok ktawa2 ibunya mau pergi haji,dek ibu mau brangkat lho..kok ga sedih sih”
Dan aku tersadar,bahwa pergi haji ibuku adalah perjalanan ibu menuju Dia…perjalanan yang selama ini ia nantikan..perjalanan yang hanya Allah yang tahu apakah dia kembali pulang atau tidak..
“karena bagi aku,ibu ga pergi kmana2…”
~ dee saat ini di kamar ~
Tuttt…tuttt…tuttt
“hallo de…”
“assalamualaikum..ihhh ibu kmana ajaaaaa”
”waalaikumsalam,hiii adek,ibu ngebathin kok adek ga pernah telpon ibu yaaaa”
”lhooo..aku juga mbathin,kan ibu waktu itu bilangnya lagi repot”
”hahahaha…iya ya,sorry deh,ini juga lagi di Pasuruan. Kemaren kan pinggang ibu sakit dek,ketarik lagi. Tapi aku tetep ke kantor,,huu bapak telpon terus,dia sangat mengkhawatirkanku sekali.Ibu januari minggu kedua jadi berangkat lho dek,mau nitip oleh2 apa?”
gleg! Dihari yang sama pinggangku juga sakitnya bukan main…subhanallah…
”ihh ibu,istirahat donk!!jangan cape cape..oia senin aku ke jkt bu.”
”lho kamu dimana skrg?jkt atau bdg?”
”bandung lah bu…”
“oia bu,ati2 yaaaa..dek dek,nanti malem tlp ibu lagi ya,ibu lagi repot nih,ntar malem kita crita crita yaaa”
“hmmm..oke deh”
“assalamualaikum,salam buat ***** ya,dia dibdg kan?”
“iya. Sampe nanti malam ya..waalaikumsalam”
Ibuku masih suka memasakkan makanan favoritku ketika aku pulang,masih suka jalan berdua denganku untuk shopping atau sekedar jalan2 ga jelas,masih suka telepon sekedar untuk bertanya ”hari ini pake kerudung warna apa de?”
Kini,kami berdua lebih sering membicarakan tentang dunia setelah ini,dua wanita yang bercerita tentang kehidupannya masing masing,membicarakan tentang bagaimana pernikahan itu,bagaimana rumah tangga itu,bagaimana menjadi seorang ibu,istri dan wanita yang bekerja.
Dan di usiaku yang sudah 22 tahun ini aku masih belum bisa memberikan apa2 untuknya.
Tapi..ibu tetaplah ibu..
Wanita yang selalu cantik dimataku..
Wanita yang tidak pernah lelah berdoa untuk ku..
Wanita yang kuat
Wanita yang hebat
Wanita yang tabah dan sabar…
Wanita yang cerewet
Ibu adalah supermom..
Malaikat yang dikirim olehNYA untuk menjagaku dan melindungiku di dunia yang fana ini…
Selama 4 tahun lebih aku jauh darinya,baru kali kedua ini aku merasakan homesick yang sangat amat..dan itu terjadi dalam tahun yang sama!dan tanpa permisi air mata ini sudah keluar…i miss her.
Untuk ibu dimanapun ibu berada,semoga Allah melindungi ibu.
Je t’adore,bu…